Blog Insight

yuvi-ac-lampu-sterilizer-uvc

Membandingkan Kelebihan dan Kekurangan Solusi New Normal

Berbagai industri melakukan yang terbaik untuk bertahan di era new normal, dan beberapa lainnya berinovasi bukan hanya untuk menyelamatkan diri mereka, namun juga membantu industri lainnya.

Inovasi paling banyak dilakukan di fasilitas publik yang memiliki banyak kontak fisik manusia (high contact area). Dan meskipun tidak ada yang sempurna, semua memiliki kelebihan dan kekurangan yang patut dipertimbangkan.

Hand Sanitizer
Solusi paling mendasar tentunya dengan menyediakan hand sanitizer di dekat area yang rawan kontak tersebut, namun tentunya hand sanitizer ini tidak memiliki unsur paksaan (enforcement) untuk digunakan oleh pengguna, sehingga pada akhirnya hadir beberapa inovasi yang memiliki sifat otomatis dan ‘memaksa’. Selain itu, hand sanitizer juga berdampak pada kenyamanan pengguna, apalagi bila harus mengantri dulu ketika mau menggunakan. Hand sanitizer juga tidak memiliki unsur ‘automation’ yang diinginkan perusahaan modern, karena jumlahnya harus terus dipantau, lalu dibeli lagi, diisi ulang manual menggunakan tenaga manusia sehingga sangat merepotkan dan tidak efisien.

Perlu diingat juga bahwa penggunaan hand sanitizer harus dilakukan dengan benar, yakni dengan komponen alkohol minimal 70% serta penggunaan yang merata ke seluruh tangan. Apabila tidak dilakukan dengan benar, maka risiko penularan tetap ada.

Sensor Touchless
Solusi ini paling umum digunakan di lift dan mesin yang sifatnya mengeluarkan tiket, misalnya tiket parkir. Sejauh ini, adopsi solusi inilah yang paling ramai digunakan, karena cukup mengganti tombol konvensional dengan sensor ini.

Kelebihan dari solusi ini adalah aspek intuitif bagi pengguna. Tidak perlu ada yang perlu dipelajari, karena hanya cara mengoperasikan tombolnya saja yang berubah, sebelumnya ditekan, lalu menjadi cukup dihampiri saja. Posisinya sama, fungsinya tetap sama.

Sedangkan untuk kekurangannya ada beberapa. Yang pertama adalah kalibrasi sensitifitas. Terkadang kalibrasi ini kurang sensitif sehingga akhirnya pengguna tidak sengaja melakukan kontak fisik pada sensor sehingga menjadi risiko penularan, dan di lain waktu mungkin malah terlalu sensitif, sehingga pengguna yang hanya ingin sengaktifkan satu tombol malah bisa berakhir menekan beberapa tombol sekaligus. Masalah ini paling sering terjadi bila solusi ini diterapkan di lift yang memiliki banyak lantai sehingga memerlukan banyak tombol. Jarak antar tombol yang terlalu sempit akan mengganggu akurasi sensitifitas sensor.

Kekurangan lainnya adalah proses penggantian tombol yang tidak sederhana. Diperlukan pembongkaran kecil dan pemutusan-penyambungan kabel untuk bisa menerapkan solusi ini. Ketika suatu hari nanti solusi ini akan berhenti digunakan, maka diperlukan pembongkaran ulang untuk kembali menggunakan tombol konvensional.

Tombol Kaki
Solusi ini masih jarang digunakan, namun masih bisa ditemui di lift Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Solusi ini dinilai lebih meminimalkan risiko penularan daripada sensor touchless, karena pengoperasian tombol sepenuhnya menggunakan kaki posisinya sangat jauh dari wajah.

Namun solusi ini memiliki lebih banyak kekurangan lagi. Pertama, proses pemasangannya lebih rumit daripada sensor touchless, karena harus melakukan penyambungan kabel. Kedua, solusi ini memakan ruang fisik cukup besar didalam lift, sehingga kapasitas lift semakin kecil lagi setelah harus mempertimbangkan protokol kesehatan. Dan kekurangan yang terakhir adalah banyak orang yang menilai solusi ini tidak intuitif karena perlu mencocokkan tombol kaki mana yang merepresentasikan lantai yang ingin dituju.

Selain itu, solusi ini juga tidak ideal untuk lift yang memiliki banyak tombol, karena akan banyak sekali tombol kaki yang perlu dipasang untuk setiap lantai. Selain menjadikan tombol sulit dicari, pengguna lift harus mengganggu pengguna lainnya untuk menekan tombol yang ingin dituju.

Alat Sanitasi Berbasis Sinar
Solusi ini sebenarnya yang secara medis paling terbukti untuk meminimalkan risiko penularan, namun justru adopsinya paling rendah. Padahal, pemasangan solusi ini tidak membutuhkan pembongkaran atau penggantian komponen apapun. Asal ada sumber daya berupa listrik atau baterai, solusi ini bisa dipasang dimana saja. Solusi ini juga memiliki utilitas yang lebih tinggi karena tidak terbatas hanya untuk lift atau mesin tiket saja, namun juga bisa digunakan oleh konsumen umum di rumah atau kantor mereka, misalnya dipasang untuk gagang pintu, diatas tombol dispenser, atau diatas tempat menaruh remot jarak jauh.

Kekurangannya adalah dari segi investasi di awal. Karena teknologi ini tidak umum digunakan, maka produksinya juga belum massal sehingga harganya masih tergolong premium. Selain itu, sinar ultraviolet yang menjadi komponen solusi ini juga berbahaya bila terkena kulit manusia terlalu lama, sehingga solusi yang menggunakan metode ini wajib memasang fitur keamanan seperti sensor deteksi agar mematikan lampu bila mendeteksi kontak.

Sama seperti hand sanitizer, sinar ultraviolet pun membutuhkan beberapa detik untuk efektif membunuh mikroorganisme, namun durasinya sangat singkat yaitu dibawah 5 detik.

Tentang YUVI
YUVI adalah solusi sanitasi dari PT S2I yang memanfaatkan teknologi sinar ultraviolet. PT S2I yakin bahwa solusi ultraviolet akan menjadi pilihan terbaik dalam 1 sampai 2 tahun kedepan untuk menghadapi kondisi paska pandemi yang berkelanjutan.

CATEGORIES
ARCHIVES

TAGS

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on google